1. Harapan
sebelum masuk dan mempelajari ilmu tafsir al-Qur’an
Harapan
saya terbesar adalah firman-firman yang dibahas dalam mata kuliah ilmu tafsir
adalah berkaitan dengan jurusan saya yakni komunikasi penyiaran islam (kpi) dan
bias menafsirkan firman-firman atau pembahasan ayat-ayat al-Qur’an yang dibahas
dalam dalam mata kuliah tafsir secara mendetail, bagaimana menerjemahkan ayat
suci al-Qur’an secara umum atau makna eksoterik (tersurat) dari pada ayat tadi
dan bisa menafsirkan secara rinci mengenai makna esoteris (makna yang tersirat
didalamnya) dengan membahas kata perkata dan membahas kata-kata penting yang
perlu dikaji maknanya sesuai judul atau tema dari pembahasan dan menjejerkan
asal katanya melalui timbangan-timbangan.
2. Yang
saya temukan dalam proses pembelajaran
Ketika kita masuk kuliah dan mulai pembelajaran ilmu
tafsir, ternyata sangat sejalan sekali dengan harapan saya sebelum mempelajari
ilmu tafsir
Saya
menemukan sebuah cara yang sangat luar biasa untuk menerjemahkan al-Qur’an
karna dalam pembahasannya tidak hanya mempelajari makna yang tersurat (makna
eksoteris) saja namun mempelajari makan yang tersirat (esoteris) juga dari
firman-firman tersebut, sehingga saya menemukan betapa canggihnya Allah, betapa
jenius dan cerdasnya Allah dalam menciptakan al-Qur’an ini sehingga tidak ada
satupun yang bisa menandingi ketinggian artistik balaghahnya
Menurut
hemat saya, tema yang diberikan oleh Bapak Dosen sangat pas dan cocok sekali
karna saya melihat background dari jurusan saya adalah adalah komunikasi penyiaran islam (KPI) jadi,
Alhamdulillah saya agak paham tentang bagaimana sebenarnya seorang komunikator
atau seorang da’i dalam menyiarkan dan menyebarkan ajaran-ajaran islam
Seperti
dalam berdakwah atau menyampaikan ajara-ajaran agam islam ilmu tafsir ini
memberikan pembelajaran mengenai
Ø Kewajiban
dakwah dalam islam
Ø Tujuan
dakwah dalam al-Qur’an
Ø Subjek
sasaran dakwah dalam al-Qur’an
Ø Metode
dakwah dalam al-Qur’an
Ø Kode
etik dakwah dalam al-Qur’an
Dengan
mempelajari dan memahami pembahasan-pembahasan diatas maka kita akan menjadi
komunikator atau seorang da’i yang kompetitif, teampil, disiplin, cakep dan
religious.
Saya
tidak hanya mempelajari masalah dakwah saja. tetapi, sebagai calon wartawan,
karna jurusan saya juga mengarah kepada jurnalistik maka dalam menerima,
meliput berita yang akan kita publikasikan kepada khalayak atau masyarakat kita
harus selektif dalam menerima pesan artinya kita harus
Ø Skeptic
Ø Kritis
Ø Analitis
Ø Sitesis
Dan
hidup ini kita harus memperhatikan hubungan triparty, agar bagaimana hubungan
kita tidak hanya baik kepada Allah tapi hablum minannas juga harus kita
perhatikan supaya kita selamat dunia dan akhirat.
3. Setelah
perkuliahan
Menurut
hemat saya, setelah saya mempelajari ilmu tafsir ini saya merasakan semua tema
yang dibahas sangat pas dan cocok sekali dan sangat bermanfaat bagi saya
lebih-lebih tema-tema yang dibahas dalam ilmu tafsir ini semuanya sesuai dan
sejalan dengan jurusan yang saya ambil yakni komunikasi penyiaran islam (KPI)
RESUME MATERI
Selektif
dalam menerima massage (informasi)
Firman Allah dalam
al-Qur’an surat an-Nisa : 94

(94).
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah,
maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan
"salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mu'min" (lalu kamu
membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di
sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu
Allah menganugerahkan ni`mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan Allah swt juga
berfirman :

(6).
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu
berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal
atas perbuatanmu itu. .(QS. Al
Hujurat : 6)
Dalam
kedua firman diatas Allah swt menyuruh kita untuk hati-hati dan teliti dalm
menerima dan menyimpulkan informasi yang kita dapatlkan. Jangan sampai
informasi yang kita terima hanyalah fitnah atau buat-buatan tanpa kita harus
menyelidikinya terlebih dahulu sehingga kita sebarkan, itu kan sangat tidak
benar sekali. Karna yang namanya berita atau informasi itu sangat cepat sekali
tersebar mulai dari satu orang yang tau, dua orang tau menjadi tiga orang karna
yang namanya manusia , kalok ada berita yang baru pasti dan pasti akan terjadi
yang namanya penyebaran berita atau informasi mulai dari satu orang yang cerita
ke temannya yang lain, yang lain cerita ke temannya yang lain begitu seterusnya
sehingga berita tadi dikenal oleh banyak orang. Apalagi sekarang kita berada
dalam era modern,kehidupan manusia yang serba canggih, dimana dunia yang sangat
besar ini sudah terasa seperti desa kecil karna pengaruh daripada perkembangan
technologi yang semakin meningkat. Bisa jadi dengan kecanggihannya berita yang
ingin kita sebarkan lewat jaringan internet tidak menelan waktu satu menit
beritanya sudah menyebar di seluruh dunia.
Oleh
karna itu Allah sarankan dalam menghadapi ataupun menerima segala macam dan
bentuk informasi terlebih dahulu kita teliti dan dalam firman-Nya Allah katakan
FATABAYYANU selidikilah sebelum anda sebarkan, adakan
cross check terlebih dahulu, artinya dalam menerima informasi itu kita harus :
Ø Skeptis
= tidak mudah percaya
Ø Kritis = phenomena akibat terjadinya sesuatu
Ø Analitis
= dari segala aspek
Ø Sintesis
= way out
Ø Filosofis
= konfrehensif
Sehingga
berita yang kita sebarkan sudah benar-benar valid dan real terjadi, sehingga
kita tidak menyebarkan isu-isu yang tidak jelas, akurat dan tidak valid
sehingga akan menimbulkan fitnah yang besar.
Catatan untuk
bapak dosen
Izinkan saya
menyampaikan kekaguman saya kepada bapak
Saya suka dengan gaya bahasanya
Saya sangat suka dengan
penjelasan bapak dosen yang ketika menjelaskan pembahasan ilmu tafsir sering
sekali menggunakan bahasa-bahasa yang memiliki nilai yang lebih tinggi atau
bahasa-bahasa ilmiah.
TUGAS
ILMU TAFSIR
![]() |
MASTUR
153
111 086
KPI-C

0 komentar:
Plaas 'n opmerking