GENERAL REVIEW MAKALAH TAFSIR

on Dinsdag 30 April 2013
1.      Harapan sebelum masuk dan mempelajari ilmu tafsir al-Qur’an
Harapan saya terbesar adalah firman-firman yang dibahas dalam mata kuliah ilmu tafsir adalah berkaitan dengan jurusan saya yakni komunikasi penyiaran islam (kpi) dan bias menafsirkan firman-firman atau pembahasan ayat-ayat al-Qur’an yang dibahas dalam dalam mata kuliah tafsir secara mendetail, bagaimana menerjemahkan ayat suci al-Qur’an secara umum atau makna eksoterik (tersurat) dari pada ayat tadi dan bisa menafsirkan secara rinci mengenai makna esoteris (makna yang tersirat didalamnya) dengan membahas kata perkata dan membahas kata-kata penting yang perlu dikaji maknanya sesuai judul atau tema dari pembahasan dan menjejerkan asal katanya melalui timbangan-timbangan.
2.      Yang saya temukan dalam proses pembelajaran
Ketika  kita masuk kuliah dan mulai pembelajaran ilmu tafsir, ternyata sangat sejalan sekali dengan harapan saya sebelum mempelajari ilmu tafsir
Saya menemukan sebuah cara yang sangat luar biasa untuk menerjemahkan al-Qur’an karna dalam pembahasannya tidak hanya mempelajari makna yang tersurat (makna eksoteris) saja namun mempelajari makan yang tersirat (esoteris) juga dari firman-firman tersebut, sehingga saya menemukan betapa canggihnya Allah, betapa jenius dan cerdasnya Allah dalam menciptakan al-Qur’an ini sehingga tidak ada satupun yang bisa menandingi ketinggian artistik balaghahnya
Menurut hemat saya, tema yang diberikan oleh Bapak Dosen sangat pas dan cocok sekali karna saya melihat background dari jurusan saya adalah adalah komunikasi penyiaran islam (KPI) jadi, Alhamdulillah saya agak paham tentang bagaimana sebenarnya seorang komunikator atau seorang da’i dalam menyiarkan dan menyebarkan ajaran-ajaran islam
Seperti dalam berdakwah atau menyampaikan ajara-ajaran agam islam ilmu tafsir ini memberikan pembelajaran mengenai
Ø  Kewajiban dakwah dalam islam
Ø  Tujuan dakwah dalam al-Qur’an
Ø  Subjek sasaran dakwah dalam al-Qur’an
Ø  Metode dakwah dalam al-Qur’an
Ø  Kode etik dakwah dalam al-Qur’an
Dengan mempelajari dan memahami pembahasan-pembahasan diatas maka kita akan menjadi komunikator atau seorang da’i yang kompetitif, teampil, disiplin, cakep dan religious.
Saya tidak hanya mempelajari masalah dakwah saja. tetapi, sebagai calon wartawan, karna jurusan saya juga mengarah kepada jurnalistik maka dalam menerima, meliput berita yang akan kita publikasikan kepada khalayak atau masyarakat kita harus selektif dalam menerima pesan artinya kita harus
Ø  Skeptic
Ø  Kritis
Ø  Analitis
Ø  Sitesis
Dan hidup ini kita harus memperhatikan hubungan triparty, agar bagaimana hubungan kita tidak hanya baik kepada Allah tapi hablum minannas juga harus kita perhatikan supaya kita selamat dunia dan akhirat.
3.      Setelah perkuliahan
Menurut hemat saya, setelah saya mempelajari ilmu tafsir ini saya merasakan semua tema yang dibahas sangat pas dan cocok sekali dan sangat bermanfaat bagi saya lebih-lebih tema-tema yang dibahas dalam ilmu tafsir ini semuanya sesuai dan sejalan dengan jurusan yang saya ambil yakni komunikasi penyiaran islam (KPI)







RESUME MATERI
Selektif dalam menerima massage (informasi)
Firman Allah dalam al-Qur’an surat an-Nisa : 94

(94). Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mu'min" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni`mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan Allah swt juga berfirman  :
(6). Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.       .(QS. Al Hujurat : 6)

Dalam kedua firman diatas Allah swt menyuruh kita untuk hati-hati dan teliti dalm menerima dan menyimpulkan informasi yang kita dapatlkan. Jangan sampai informasi yang kita terima hanyalah fitnah atau buat-buatan tanpa kita harus menyelidikinya terlebih dahulu sehingga kita sebarkan, itu kan sangat tidak benar sekali. Karna yang namanya berita atau informasi itu sangat cepat sekali tersebar mulai dari satu orang yang tau, dua orang tau menjadi tiga orang karna yang namanya manusia , kalok ada berita yang baru pasti dan pasti akan terjadi yang namanya penyebaran berita atau informasi mulai dari satu orang yang cerita ke temannya yang lain, yang lain cerita ke temannya yang lain begitu seterusnya sehingga berita tadi dikenal oleh banyak orang. Apalagi sekarang kita berada dalam era modern,kehidupan manusia yang serba canggih, dimana dunia yang sangat besar ini sudah terasa seperti desa kecil karna pengaruh daripada perkembangan technologi yang semakin meningkat. Bisa jadi dengan kecanggihannya berita yang ingin kita sebarkan lewat jaringan internet tidak menelan waktu satu menit beritanya sudah menyebar di seluruh dunia.
Oleh karna itu Allah sarankan dalam menghadapi ataupun menerima segala macam dan bentuk informasi terlebih dahulu kita teliti dan dalam firman-Nya Allah katakan FATABAYYANU  selidikilah sebelum anda sebarkan, adakan cross check terlebih dahulu, artinya dalam menerima informasi itu kita harus :
Ø  Skeptis = tidak mudah percaya
Ø  Kritis  = phenomena akibat terjadinya sesuatu
Ø  Analitis = dari segala aspek
Ø  Sintesis = way out
Ø  Filosofis = konfrehensif
Sehingga berita yang kita sebarkan sudah benar-benar valid dan real terjadi, sehingga kita tidak menyebarkan isu-isu yang tidak jelas, akurat dan tidak valid sehingga akan menimbulkan fitnah yang besar.



Catatan untuk bapak dosen
Izinkan saya menyampaikan kekaguman saya kepada bapak
Saya suka dengan gaya bahasanya
Saya sangat suka dengan penjelasan bapak dosen yang ketika menjelaskan pembahasan ilmu tafsir sering sekali menggunakan bahasa-bahasa yang memiliki nilai yang lebih tinggi atau bahasa-bahasa ilmiah.

















TUGAS ILMU TAFSIR





 












MASTUR
153 111 086
KPI-C


0 komentar:

Plaas 'n opmerking