Bayangan wajahnya mampu menghipnotisku, hingga dring alarm menyadarkanku

on Maandag 29 April 2013



   Pagi itu, suasana hatiku lagi diguyur beranekaragam permasalahan emergency, sehingga perasaanku dipenuhi rasa kegundahan. Sebut saja, beras sudah mau beranjak dari target makan. Dompet lagi tak bersahabat dengan duit. Pakaian lagi numpuk di atas tikar yang hendak berteriak mau dicuci. Sepeda motor mau dipenuhi kebutuhannya karena jarum dibarumeter minyaknya sudah berada di daerah low, itu menandakan sudah sangat haus akan bensin. Belum lagi tugas kampus yang berebutan mau di kerjakan. Udah selesai yang satu, yang lain masi ngantri, layaknya dikantor camat ketika ngantri pembuatan KTP. Dan pada saat seruwet itu sempat terbesit dalam benakku bait syair seorang penyair terkenal ‘hidup segan matipun tak mau’.
Di saat suasana separah itu, aku mencoba untuk menenangkan diri. Aku duduk termenung sendiri sambil melihat orang-orang yang lalu lalang di jalan di dekat kosku. Tiba-tiba saja suasana berubah drastis disaat kedua bola mataku tak sengaja memandang seorang  gadis yang sedang berjalan, mamakai jilbab biru, dengan jepitan bros indah di samping kiri atas kepalanya, membawa tas warna pink, mengayunkan langkahnya senada dengan aura kecantikannya. Tangannya yang memegang HP di ayunkan seirama dengan ketukan langkahnya. Sungguh aku terkagum, sekagum-kagumnya. Malaikat apa yang menemani ia berjalan.........? malaikat apa yang  mendekorasikan kecantikan wajahnya..........? suara hatiku terus bertanya-tanya dalam hatiku sambil membuat folder baru khusus untuk file wajahnya dalam memori hatiku.
Setelah shalat isya’, aku mencoba merebahkan sekujur tubuhku di atas sehelai tikar berwarna merah dengan bantal berwarna biru, karena merasa kecape’an setelah pakaianku habis ku cuci. Tiba-tiba saja perasaanku kedatangan bayangan yang tak pernah ku undang. Ternyata bayangan itu adalah wajah gadis di pagi hari yang pernah mengubah suasana pagiku menjadi serba menyenangkan. Pikiran dan prasaanku menyatu, terbang, melayang mengobrak-abrik file-file wajahnya yang tersimpan dalam memori hatiku. File-file wajahnya jelas terlihat di mataku. Bayangan itu terus menerus dan menghantui pikiran dan perasaanku hingga aku terjebak dalam kekaguman dan kerinduan yang mendalam. Pikiran dan perasaanku kaku, tunduk, pada slide-slide bayangan wajahnya. Yang pada akhirnya deringan suara alarm di dekatku menyadarkanku, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Hingga akupun tersadar ternyata bayangannya mampu menghipnotisku sehingga pikiran dan perasaanku terbang, melayang dalam ruang khayalan bagai kan layang layang di atas udara .

0 komentar:

Plaas 'n opmerking