anak yang menelantarkan orang tuanya karna harta dan jabatan

on Dinsdag 30 April 2013

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Alhamdulillahirobbil ‘alamin assolatuwassalamu’ala asyrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihim washoh bihim ajma’in robbisyhrohli shodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatammillisani yafqohu qouli amma ba’du
Yang saya hormati, bapak dosen dan rekan-rekan yang saya banggakan singkatnya hadirin hadiroh rohimakumullah
Pertama –pertama marilah kita haturkan  puji syukur kehadirat Allah swt. yang telah memberikan kita Taufiq,hidayah,karunia dan inayah –Nya sehingga, kita bisa menjalani aktifitas kita sampai saat ini
Kedua kalinya sholawat dan  salam senantiasa  tercurahkan kepada Nabi kita, junjungan alam Nabi besar Muhammad saw. Yang telah membawa umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang penuh cahaya
Hadirin hadiroh rohimakumullah
Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan sebuah pidato yang berjudul ‘TERLANTARNYA ORANG TUA KETIKA  SEORANG ANAK DICOBA  DENGAN HARTA DAN JABATAN YANG TINGGI’
Hadirin hadiroh rohimakumullah
Memang didunia ini adalah tempat kita diuji coba oleh Allah swt. Dengan berbagai macam rintangan, cobaan seperti kemisinan, kemelaratan,kekurangan harta,jiwa, buah-buahan, kekayaan  kemewahan,semuanya itu adalah sebagai sebuah  pengetesan dari Allah swt. Apakah dengan segala bentuk cobaan itu  kita akan selalu dalam  rel – rel kebaikan yang sesuai dengan apa yang diperintahkan –Nya...? atau malah sebaliknya , dengan segala cobaan itu kita akan keluar dari rel-rel kebaikan dan mengerjakan segala apa yang dilarang -Nya
Dan itu semua terbukti, salah satu contohnyya adalah  betapa banyak diantara manusia yang ketika diberikan oleh Allah swt harta yang banyak ,yang melimpah ruah mereka dimainkan oleh hartanya mereka diajak hidup mewah oleh hartanya sehingga ia melupakan orang yang sangat berjasa kepadanya
Siapakah orang yang sangat berjasa itu saudara..?    
Jawabannya adalah tiada lain tiada bukan yakni orang tua yang pernah melahirkan dan membesarkan kita


Hadirin hadiroh rahimakumullah
Mari kita sama-sama membuka mata kita lebar-lebar bahwa banyak sekali kita lihat disekeliling kita, didesa –desa, dikota-kota, bahkan dijalan raya banyak sekali orang tua yang dalam menyambung nafasnya mereka harus meminta-minta karna sudah tida bisa bekerja yang berat-berat, sebagian mereka ada yang memungut sampah-sampah plastik kemudian itu dijual untuk menyambung nafasnya
Hadirin hadiroh rahimakumullah
Lalu dimana kita akan menaruh jasa –jasa orang tua kita sebelum kita menjadi orang yang sukses, orang yang kaya, orang yang memiliki jabatan yang tinggi sehingga kita akan meninggalkan mereka, menelantarkan mereka, tidak mau mengurus mereka karna mereka tua bahkan yang paling ironis adalah mereka memasukkan orang tua mereka ke panti jompo,   bukankah orangtua yang pernah melahirkan kita ,?
Bukankah orang tua yang membesarkan kita .?
Bukankah orang tua yang telah bbersusah payah merawat kita sampai kita besar dengan peras keringat banting tulangnya.?
Bukankah orang tua yang membiayai kita sampai kita menjadi orang yang sukses.?
Hadirin hadiroh rohimakumullah
Kalau kita mau menengok kebelakang dan merenungkan saat-saat kita masih dalam kandungan dan ketika kita masih bayi, niscaya tidak patutlah bila kita berani berkata kasar, melawan apalagi menelantarkan orang tua atau durhaka kepadanya
Saat  kita dalam kandungan selama sembilan bulan, ibu selalu membawa kita kemanapun ia pergi. ketika duduk, berjalan, dan tidur.sungguh sangat terasa sulit oleh ibu saat itu. Dan saat –saat yang paling menegangkan adalah ketika proses melahirkan kita, ibu kita berjuang menahan kesakitan yang luar biasa. Syukur kalau melahirkan  secara normal, terkadang ibu kita harus rela perutnya dibedah agar kita bisa lahir  dan menghirup udara serta melihat dunia ini. Sementara ibu berjuang dengan mempertaruhkan nyawa, sang bapak tak kalah gelisahnya, ia sibuk mempersipkan seluruh keperluan untuk kelahiran kita.
Hadirin hadiroh rohimakumullah
Kemudian setelah kita berhasil menghirup udara didunia ini, kesibukan ibu tidak berkurang bahkan bertambah. Terkadang ibu kita tidak bisa tidur lelap  baik siang maupun malam karena mengurus kita terlebih lagi saat kita sakit kedua orang tua akan  mencari obat kemanapun demi kesembuhan kita, agar kita segera sehat kembali.

Mereka melakukan semua itu, apakah minta pamrih..? tidak , sama sekali tidak ! ibu bapa kita dengan ikhlas menjalankan perannya sebagai orang tua. Mereka akan rela mengeluarkan biaya berapapun untuk kebaikan kita, mereka menyekolahkan kita dengan harapan agar kelak kita dapat berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Mereka akan  rela mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan kita
Hadirin hadiroh rahimakumullah
Oleh karna itu marialh kita introspeksi diri, bagaimana akhlak kita kepada orang tua, bagaimanaa pengabdian kita kepada orang tua,jangan sampai hanya gara-gara harta, jabatan kita tidak mau tau tentang orang tua kita  sehingga kita dicap orang yang durhaka dan itu akan membawa kita ke pintu murka-Nya Allah swt tetapi kalau sudah akhlak kita baik tutur bahasa sopan kepada orang tua maka ridha Allah swt dengan mudah kita akan bisa meraihnya
Rasul bersabda







artinya ‘dari Abdillah bin amru ra. Berkata , Rasulullah saw bersabda  ‘keridhaan Allah swt  terletak pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah swt terletak pada kemurkaan orang tua
Allah berfirman
 
(36). Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakaNn diri (an nisa : 36)

Didalam ayat ini, perintah berbakti kepada dua orang tua  disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu Tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat sangat utama disisi Allah Azza wa jalla. Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabi lillah ibnu Mas’ud berkata ‘aku pernah bertanya kepada Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah ? beliau menjawab ‘mendirikan shalat pada waktunya’ aku bertanya kembali ‘kemudian apa ? jawab beliau ‘ berbakti kepada orang tua’ aku bertanya lagi kemudian apa ? beliau menjawab ‘jihad dijalan Allah’ (HR.Al –Bukhari).
Hadirin hadiroh rohimakumullah
Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan diatas jihad fi sabilillah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula
 Dan Janganlah sekali-kali kita berbuat durhaka kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya  ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua. wahai saudaraku, Rasulullah saw menghubungkan kedurhaaan kepada kedua  orang tua  dengan berbuat syiri kepada Allah. Dalam hadits Abi Bakrah , beliau bersabda :’maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar.? Para sahabat menjawab, ‘’tentu’’ Nabi bersabda, ‘’yaitu berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang tua (HR. Al- Bukhari)
Oleh karnanya marilah kita berdo’a mudah-mudahan kita termasuk orang yang berbakti  kepada orang tua, bukan orang yang durhaka kepada keduanya amin ya robbal ‘alamin.
Akhirul kalam, mudah-mudahan ada manfaatnya khusus bagi diri saya pribadi
dan umumnya bagi kita semua. Terima  kasih atas segala perhatian dan mohon ma’af atas segala  kesalahan
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaium warohmatullahi wa barokatuh.




























































0 komentar:

Plaas 'n opmerking