ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Alhamdulillahirobbil ‘alamin
assolatuwassalamu’ala asyrofil ambiya iwal mursalin wa’ala alihim washoh bihim
ajma’in robbisyhrohli shodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatammillisani yafqohu
qouli amma ba’du
Yang
saya hormati, bapak dosen dan rekan-rekan yang saya banggakan singkatnya
hadirin hadiroh rohimakumullah
Pertama
–pertama marilah kita haturkan puji
syukur kehadirat Allah swt. yang telah memberikan kita Taufiq,hidayah,karunia
dan inayah –Nya sehingga, kita bisa menjalani aktifitas kita sampai saat ini
Kedua
kalinya sholawat dan salam
senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita,
junjungan alam Nabi besar Muhammad saw. Yang telah membawa umat manusia dari
zaman kegelapan menuju zaman yang penuh cahaya
Hadirin
hadiroh rohimakumullah
Pada
kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan sebuah pidato yang berjudul ‘TERLANTARNYA ORANG TUA KETIKA SEORANG ANAK DICOBA DENGAN HARTA DAN JABATAN YANG TINGGI’
Hadirin
hadiroh rohimakumullah
Memang
didunia ini adalah tempat kita diuji coba oleh Allah swt. Dengan berbagai macam
rintangan, cobaan seperti kemisinan, kemelaratan,kekurangan harta,jiwa,
buah-buahan, kekayaan kemewahan,semuanya
itu adalah sebagai sebuah pengetesan
dari Allah swt. Apakah dengan segala bentuk cobaan itu kita akan selalu dalam rel – rel kebaikan yang sesuai dengan apa
yang diperintahkan –Nya...? atau malah sebaliknya , dengan segala cobaan itu
kita akan keluar dari rel-rel kebaikan dan mengerjakan segala apa yang dilarang
-Nya
Dan
itu semua terbukti, salah satu contohnyya adalah betapa banyak diantara manusia yang ketika
diberikan oleh Allah swt harta yang banyak ,yang melimpah ruah mereka dimainkan
oleh hartanya mereka diajak hidup mewah oleh hartanya sehingga ia melupakan
orang yang sangat berjasa kepadanya
Siapakah
orang yang sangat berjasa itu saudara..?
Jawabannya
adalah tiada lain tiada bukan yakni orang tua yang pernah melahirkan dan
membesarkan kita
Hadirin
hadiroh rahimakumullah
Mari
kita sama-sama membuka mata kita lebar-lebar bahwa banyak sekali kita lihat
disekeliling kita, didesa –desa, dikota-kota, bahkan dijalan raya banyak sekali
orang tua yang dalam menyambung nafasnya mereka harus meminta-minta karna sudah
tida bisa bekerja yang berat-berat, sebagian mereka ada yang memungut
sampah-sampah plastik kemudian itu dijual untuk menyambung nafasnya
Hadirin
hadiroh rahimakumullah
Lalu
dimana kita akan menaruh jasa –jasa orang tua kita sebelum kita menjadi orang
yang sukses, orang yang kaya, orang yang memiliki jabatan yang tinggi sehingga
kita akan meninggalkan mereka, menelantarkan mereka, tidak mau mengurus mereka
karna mereka tua bahkan yang paling ironis adalah mereka memasukkan orang tua
mereka ke panti jompo, bukankah
orangtua yang pernah melahirkan kita ,?
Bukankah
orang tua yang membesarkan kita .?
Bukankah
orang tua yang telah bbersusah payah merawat kita sampai kita besar dengan
peras keringat banting tulangnya.?
Bukankah
orang tua yang membiayai kita sampai kita menjadi orang yang sukses.?
Hadirin
hadiroh rohimakumullah
Kalau
kita mau menengok kebelakang dan merenungkan saat-saat kita masih dalam
kandungan dan ketika kita masih bayi, niscaya tidak patutlah bila kita berani
berkata kasar, melawan apalagi menelantarkan orang tua atau durhaka kepadanya
Saat kita dalam kandungan selama sembilan bulan,
ibu selalu membawa kita kemanapun ia pergi. ketika duduk, berjalan, dan
tidur.sungguh sangat terasa sulit oleh ibu saat itu. Dan saat –saat yang paling
menegangkan adalah ketika proses melahirkan kita, ibu kita berjuang menahan
kesakitan yang luar biasa. Syukur kalau melahirkan secara normal, terkadang ibu kita harus rela
perutnya dibedah agar kita bisa lahir dan
menghirup udara serta melihat dunia ini. Sementara ibu berjuang dengan
mempertaruhkan nyawa, sang bapak tak kalah gelisahnya, ia sibuk mempersipkan
seluruh keperluan untuk kelahiran kita.
Hadirin
hadiroh rohimakumullah
Kemudian
setelah kita berhasil menghirup udara didunia ini, kesibukan ibu tidak
berkurang bahkan bertambah. Terkadang ibu kita tidak bisa tidur lelap baik siang maupun malam karena mengurus kita
terlebih lagi saat kita sakit kedua orang tua akan mencari obat kemanapun demi kesembuhan kita,
agar kita segera sehat kembali.
Mereka
melakukan semua itu, apakah minta pamrih..? tidak , sama sekali tidak ! ibu
bapa kita dengan ikhlas menjalankan perannya sebagai orang tua. Mereka akan
rela mengeluarkan biaya berapapun untuk kebaikan kita, mereka menyekolahkan
kita dengan harapan agar kelak kita dapat berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Mereka akan rela mengorbankan
kebahagiaannya demi kebahagiaan kita
Hadirin
hadiroh rahimakumullah
Oleh
karna itu marialh kita introspeksi diri, bagaimana akhlak kita kepada orang
tua, bagaimanaa pengabdian kita kepada orang tua,jangan sampai hanya gara-gara
harta, jabatan kita tidak mau tau tentang orang tua kita sehingga kita dicap orang yang durhaka dan itu
akan membawa kita ke pintu murka-Nya Allah swt tetapi kalau sudah akhlak kita
baik tutur bahasa sopan kepada orang tua maka ridha Allah swt dengan mudah kita
akan bisa meraihnya
Rasul
bersabda
artinya
‘dari Abdillah bin amru ra. Berkata , Rasulullah saw bersabda ‘keridhaan Allah swt terletak pada keridhaan orang tua dan
kemurkaan Allah swt terletak pada kemurkaan orang tua
Allah
berfirman

(36).
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan
berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat,
ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membangga-banggakaNn diri
(an nisa : 36)
Didalam
ayat ini, perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama
yaitu Tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat sangat utama
disisi Allah Azza wa jalla. Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari
kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabi lillah
ibnu Mas’ud berkata ‘aku pernah bertanya kepada Rasulullah, amalan apakah yang
paling dicintai Allah ? beliau menjawab ‘mendirikan shalat pada waktunya’ aku
bertanya kembali ‘kemudian apa ? jawab beliau ‘ berbakti kepada orang tua’ aku
bertanya lagi kemudian apa ? beliau menjawab ‘jihad dijalan Allah’ (HR.Al
–Bukhari).
Hadirin
hadiroh rohimakumullah
Demikian
agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan diatas jihad fi sabilillah,
padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula
Dan Janganlah sekali-kali kita berbuat durhaka
kepada orang tua. Ingatlah begitu dahsyatnya
ancaman bagi siapapun yang durhaka kepada orang tua. wahai saudaraku,
Rasulullah saw menghubungkan kedurhaaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syiri kepada Allah. Dalam
hadits Abi Bakrah , beliau bersabda :’maukah kalian aku beritahukan dosa yang
paling besar.? Para sahabat menjawab, ‘’tentu’’ Nabi bersabda, ‘’yaitu berbuat
syirik, durhaka kepada kedua orang tua (HR. Al- Bukhari)
Oleh
karnanya marilah kita berdo’a mudah-mudahan kita termasuk orang yang
berbakti kepada orang tua, bukan orang
yang durhaka kepada keduanya amin ya robbal ‘alamin.
Akhirul
kalam, mudah-mudahan ada manfaatnya khusus bagi diri saya pribadi
dan
umumnya bagi kita semua. Terima kasih
atas segala perhatian dan mohon ma’af atas segala kesalahan
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu’alaium
warohmatullahi wa barokatuh.
0 komentar:
Plaas 'n opmerking