KOMUNIKASI AL-QUR’AN TENTANG KARAKTER PENUMPUK HARTA (Tafsir Surat Al-Lahab)

on Saterdag 18 Mei 2013

                                                        BAB I PEMBAHASAN

A.     Surat Al-Lahab Ayat 1-5
تبت يدا ابى لهب وتب (1) مااغنى عنه ما له وما كسب(2) سيصلى ناراذات لهب(3) وامراته حمالةالحطب(4) في جيدهاحبل من مسد(5                                                                                                             
Artinya ;
               Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dia telah binasa. Tidaklah berguna baginya                                harta bendanya dan apa yang ia usahakan.”kelak dia akan masuk ke dalam api yang menyala – nyala. Dan istrinya, pembawa kayu bakar ; dilehernya ada tali dari sabut.”
Ø  Ayat  1-2
تبت يدا ابى لهب وتب(1) مااغنى عنه ماله وماكسب(2)                                                      
B.Penafsiran Ayat
                  Kata (تبت) tabbat atau (تب) tabba terdiri dari dua huruf yaitu (ت) ta’ dan (ب)ba’. Menurut Al-Biqa’i penggabungan kedua huruf itu apapun diantara keduanya yang didahulukan, maka ia mengandung makna  keputusan atau kepastian yang pada umumnya berakhir pada kebinasaan. Siapa yang memutuskan diri untuk hanya menoleh kepada sebab dan tidak kepada penyebab (Allah) maka ia telah binasa. Sementara ulama’ memahami kata tabbat bagaikan mengandung makna permohonan dari pembaca kepada tuhan dan tabba adalah pengabulan Allah atas permohonan itu.permohonan yang diajarkan ini setimpal dengan apa yang dilakukan dan di ucapkan oleh Abu Jahal terhadap Nabi saw.dalam satu riwayat dijelaskan bahwa di jelaskan Abu Jahal ketika itu mengambil batu lalu melempar kearah Nabi saw.sambil mengucapkan makian dan harapan itu.
                  Ada juga yang berpendapat bahwa kata tabba mengukuhkan makna tabbat, apa lagi boleh timbul kesan dari kata () yada’/ kedua tangan bahwa kebinasaan tersebut terbatas sekaligus mengisyaratkan bahwa yang dimaksud dengan kedua tangan di sini bukan arti yang hakikinya, tetapi makna majazi yakni totalitas yang bersangkutan. Penggunaan kata tangan untuk makna majazi  ini karena biasanya untuk aktivitas manusia terlaksana dengan baik melalui kedua tangannya.        
              Abu Lahab adalah gelar dari Abdul uzza Ibn Abdul Muththalib ia adalah paman Nabi SAW.Kata Lahab berarti kobaran api yang menyala dan telah tidak memiliki asap lagi.Menurut satu pendapat ia di gelari dengan Abu Lahab sejak masa jahiliyah karena kegagahan dan kecermelangan wajahnya.Menurut Thahir Ibn Asyur, AlQur’an menggunakan gelar tersebut dan tidak menyebut namanya secara tegas yaitu Abdul uzza karena kata uzza adalah nama dari salah satu berhala yang disembah kaum musyrikin (lihat QS.An-Najm (53):19-20).ini berarti Abu Lahab Abu Lahab baru yang menentang ajaran islam dan melecehkan Nabi saw. Dapat saja muncul di tempat dan waktu yang lain.
                 Ayat kedua di atas bermaksud menginformasikan bahwa abu lahab sama sekali tidakakan memiliki peluang untuk selamat. Harta benda yang diandalkannya tidak akan menyelamatkan atau mengurangi kebinasaannya, bahkan segala yang apa yang dapat diusahakannya pun tidak akan bermanfaat. Penggunaan kata lampau pada kata() aghna walaupun yang dimaksud disini adalah tidak bergunanya harta dan usahanya di masa datan untuk mengisyaratkan kepastian ketiadaan manfaat itu, seakan akan ia telah terbukti dan terlaksana dalam kenyataan. Memang Al-Qur’an sering kali menggunakan kata dalam bentuk masa lampau padahal peristiwanya belum terjadi untuk tujuan memastikan. Selanjutnya rujuklah ke Qsal-lail (92):11 untuk memahami lebih banyak tentang makna dan kesan yang diperoleh dari ayat kedua di atas.
Ø  Ayat 3-5
سيصلى ناراذات لهب(3)وامراْته,حما لة الحطب(4)فى جيدها حبل من مسد(5)                                       
“kelak dia akan masuk kedalam api yang menyala-nyala. Dan istrinya, pembawa kayu bakar ; di lehernya ada tali dari sabut.”
      Kandungan Ayat;
              Setelah ayat- ayat yang lalu menegaskan kebinasaan Abu Lahab yang terbukti dia alami dalam kehidupan dunia ini, ayat diatas melukiskan kebinasaannya diakhirat kelak. Allah berfirman :kelak dihari kemudian dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala yang tidak pernah padam.
             Manusia biasanya sangat cinta kepada istrinya, bahkan bersedia berkorban untuknya, disisi lain istri biasa menolong suaminya dalam kesulitan.Ayat diatas menggambarkan betapa tersiksa Abu Lahab karena bukan dia sendiriyang terbakar tetapi ia dan istrinya ikut juga terbakar dan ironisnya adalah bahwa sang istri itu sendiri yang menjadi pembawa kayu bakar guna mengobarkan api neraka yang membakar sang suami itu.dan dia tampil dengan sangat hina karena ketika itu di lehernya ada tali dari sabut bukan kalung bermata berlian, atau hiasan yang menggambarkan kemuliaan.
     Kalimat (حمالة الحطب) hammalat al-hathab ada juga yang memahaminya dalam arti pembawa isu dan fitnah, yang antara lain bertujuan melecehkan dan menghina Nabi Muhammad saw, serta memecah belah kaum muslimin.fitnah dinamai hathab/kayu karena kayu adalah bahan bakar yang dapat menyulut api, sebagaimana fitnah menyulut api permusuhan.ada juga yang memahami kalimat tersebut dalam pengertian hakiki, yakni istri Abu Lahab itu sering kali menaburkan duri-duri kayu dijalan-jalan yang dilalui Nabi Muhammad saw.
              Kata (جيد) jid berarti leher. Kata ini biasa digunakan khusus untuk menggambarkan keindahan leher wanita yang dihiasi dengan kalung.
             Kata(مسد) al-masad adalah sejenis tali yang berasal dari satu pohon yang bernama al-masad, tumbuh di Yaman dan dikenal sangat kuat. Ada juga yang memahaminya sebagai tali yang terbuat dari sabut.
             Ayat di atas menggambarkan betapa hina yang bersangkutan sehingga bagian tubuhnya yang menjadi tempat hiasan , justru terjerat dengan tali yang terbuat dari sabut,tali amat kokoh – katakanlah yang biasa digunakan untuk mengikat perahu yang sedang berlabuh. Ayat  ini dapat juga dipahami sebagai menggambarkan bahwa yang bersangkutan menjadi pemulung kayu,yang meletakkan barang pulungan di punggung sambil menggantungkannya dengan tali yang melilit ke lehernya.
                Istri Abu Lahab juga meninggal dalam kemusyirikan sehingga ayat diatas dapat dinilai sebagai salahsatu ayat yang berbicara tentang gaib yang telah terbuti dalam kenyataan.
                Surah ini merupakan salah satu surah yang berbicara tentang  gaib serta merupakan salah satu bukti bahwa betapa luasnya pengetahuan Allah.Abu Lahab ingin selalu membuktikan bahwa Rasulullah berbohong . sebenarnya jika dia mau, bisa saja setelah turunnya surah ini, dia “berpura-pura” memeluk islam dan ketika itu dia dapat “membuktikan”dalam bahasa kenyataan bahwa informasi, wahyu yang diterima Nabi Muhammad saw,tidak benar.Namun demikian itu tidak dilakukannya,boleh jadi karena tidak terfikir olehnya, dan karena kekufurannya sudah demikian mendarah daging sehingga benar-benar dia tidak beriman dan wajar masuk ke neraka sebagaimana diinformasikan surah ini. 




   





                                                        DAFTAR PUSTAKA
   Shihab M. Quraish , Tafsir Al-Misbah,lentera hati


0 komentar:

Plaas 'n opmerking