BAB I PEMBAHASAN
A.
Surat Al-Lahab Ayat 1-5
تبت
يدا ابى لهب وتب (1) مااغنى عنه ما له وما كسب(2) سيصلى ناراذات لهب(3) وامراته
حمالةالحطب(4) في جيدهاحبل من مسد(5
Artinya ;
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan dia telah
binasa. Tidaklah berguna baginya harta bendanya
dan apa yang ia usahakan.”kelak dia akan masuk ke dalam api yang menyala –
nyala. Dan istrinya, pembawa kayu bakar ; dilehernya ada tali dari sabut.”
Ø Ayat 1-2
تبت يدا ابى لهب وتب(1) مااغنى عنه ماله
وماكسب(2)
B.Penafsiran Ayat
Kata (تبت) tabbat atau (تب) tabba terdiri
dari dua huruf yaitu (ت) ta’ dan (ب)ba’. Menurut
Al-Biqa’i penggabungan kedua huruf itu apapun diantara keduanya yang
didahulukan, maka ia mengandung makna keputusan
atau kepastian yang pada umumnya berakhir pada kebinasaan. Siapa yang
memutuskan diri untuk hanya menoleh kepada sebab dan tidak kepada penyebab
(Allah) maka ia telah binasa. Sementara ulama’ memahami kata tabbat bagaikan
mengandung makna permohonan dari pembaca kepada tuhan dan tabba adalah
pengabulan Allah atas permohonan itu.permohonan yang diajarkan ini setimpal
dengan apa yang dilakukan dan di ucapkan oleh Abu Jahal terhadap Nabi saw.dalam
satu riwayat dijelaskan bahwa di jelaskan Abu Jahal ketika itu mengambil batu
lalu melempar kearah Nabi saw.sambil mengucapkan makian dan harapan itu.
Ada juga yang berpendapat bahwa kata tabba mengukuhkan makna tabbat, apa
lagi boleh timbul kesan dari kata () yada’/ kedua tangan bahwa
kebinasaan tersebut terbatas sekaligus mengisyaratkan bahwa yang dimaksud
dengan kedua tangan di sini bukan arti yang hakikinya, tetapi makna majazi
yakni totalitas yang bersangkutan. Penggunaan kata tangan untuk makna
majazi ini karena biasanya untuk
aktivitas manusia terlaksana dengan baik melalui kedua tangannya.
Abu Lahab adalah gelar dari Abdul uzza Ibn Abdul Muththalib ia adalah
paman Nabi SAW.Kata Lahab berarti kobaran api yang menyala dan telah tidak
memiliki asap lagi.Menurut satu pendapat ia di gelari dengan Abu Lahab sejak
masa jahiliyah karena kegagahan dan kecermelangan wajahnya.Menurut Thahir Ibn
Asyur, AlQur’an menggunakan gelar tersebut dan tidak menyebut namanya secara
tegas yaitu Abdul uzza karena kata uzza adalah nama dari salah satu berhala
yang disembah kaum musyrikin (lihat QS.An-Najm (53):19-20).ini berarti Abu
Lahab Abu Lahab baru yang menentang ajaran islam dan melecehkan Nabi saw. Dapat
saja muncul di tempat dan waktu yang lain.
Ayat kedua di atas bermaksud menginformasikan bahwa abu lahab sama
sekali tidakakan memiliki peluang untuk selamat. Harta benda yang diandalkannya
tidak akan menyelamatkan atau mengurangi kebinasaannya, bahkan segala yang apa
yang dapat diusahakannya pun tidak akan bermanfaat. Penggunaan kata lampau pada
kata() aghna walaupun yang dimaksud disini adalah tidak bergunanya harta dan
usahanya di masa datan untuk mengisyaratkan kepastian ketiadaan manfaat itu,
seakan akan ia telah terbukti dan terlaksana dalam kenyataan. Memang Al-Qur’an
sering kali menggunakan kata dalam bentuk masa lampau padahal peristiwanya
belum terjadi untuk tujuan memastikan. Selanjutnya rujuklah ke Qsal-lail
(92):11 untuk memahami lebih banyak tentang makna dan kesan yang diperoleh dari
ayat kedua di atas.
Ø Ayat 3-5
سيصلى ناراذات لهب(3)وامراْته,حما لة الحطب(4)فى
جيدها حبل من مسد(5)
“kelak dia akan masuk kedalam
api yang menyala-nyala. Dan istrinya, pembawa kayu bakar ; di lehernya ada tali
dari sabut.”
Kandungan Ayat;
Setelah ayat- ayat yang lalu
menegaskan kebinasaan Abu Lahab yang terbukti dia alami dalam kehidupan dunia
ini, ayat diatas melukiskan kebinasaannya diakhirat kelak. Allah berfirman
:kelak dihari kemudian dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala yang
tidak pernah padam.
Manusia biasanya sangat cinta
kepada istrinya, bahkan bersedia berkorban untuknya, disisi lain istri biasa
menolong suaminya dalam kesulitan.Ayat diatas menggambarkan betapa tersiksa Abu
Lahab karena bukan dia sendiriyang terbakar tetapi ia dan istrinya ikut juga
terbakar dan ironisnya adalah bahwa sang istri itu sendiri yang menjadi pembawa
kayu bakar guna mengobarkan api neraka yang membakar sang suami itu.dan dia
tampil dengan sangat hina karena ketika itu di lehernya ada tali dari sabut
bukan kalung bermata berlian, atau hiasan yang menggambarkan kemuliaan.
Kalimat (حمالة الحطب) hammalat
al-hathab ada juga yang memahaminya dalam arti pembawa isu dan fitnah, yang
antara lain bertujuan melecehkan dan menghina Nabi Muhammad saw, serta memecah
belah kaum muslimin.fitnah dinamai hathab/kayu karena kayu adalah bahan bakar
yang dapat menyulut api, sebagaimana fitnah menyulut api permusuhan.ada juga
yang memahami kalimat tersebut dalam pengertian hakiki, yakni istri Abu
Lahab itu sering kali menaburkan duri-duri kayu dijalan-jalan yang dilalui Nabi
Muhammad saw.
Kata (جيد) jid
berarti leher. Kata ini biasa digunakan khusus untuk menggambarkan keindahan
leher wanita yang dihiasi dengan kalung.
Kata(مسد) al-masad
adalah sejenis tali yang berasal dari satu pohon yang bernama al-masad, tumbuh
di Yaman dan dikenal sangat kuat. Ada juga yang memahaminya sebagai tali yang
terbuat dari sabut.
Ayat di atas menggambarkan betapa
hina yang bersangkutan sehingga bagian tubuhnya yang menjadi tempat hiasan , justru
terjerat dengan tali yang terbuat dari sabut,tali amat kokoh –
katakanlah yang biasa digunakan untuk mengikat perahu yang sedang berlabuh.
Ayat ini dapat juga dipahami sebagai
menggambarkan bahwa yang bersangkutan menjadi pemulung kayu,yang meletakkan
barang pulungan di punggung sambil menggantungkannya dengan tali yang melilit
ke lehernya.
Istri Abu Lahab juga meninggal
dalam kemusyirikan sehingga ayat diatas dapat dinilai sebagai salahsatu ayat
yang berbicara tentang gaib yang telah terbuti dalam kenyataan.
Surah ini merupakan salah satu
surah yang berbicara tentang gaib serta merupakan salah satu bukti bahwa
betapa luasnya pengetahuan Allah.Abu Lahab ingin selalu membuktikan bahwa
Rasulullah berbohong . sebenarnya jika dia mau, bisa saja setelah turunnya
surah ini, dia “berpura-pura” memeluk islam dan ketika itu dia dapat
“membuktikan”dalam bahasa kenyataan bahwa informasi, wahyu yang diterima Nabi
Muhammad saw,tidak benar.Namun demikian itu tidak dilakukannya,boleh jadi
karena tidak terfikir olehnya, dan karena kekufurannya sudah demikian mendarah
daging sehingga benar-benar dia tidak beriman dan wajar masuk ke neraka
sebagaimana diinformasikan surah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Shihab M. Quraish , Tafsir Al-Misbah,lentera
hati
0 komentar:
Plaas 'n opmerking