BAB I
Ada 3 hal yang menjadi prioritas
dalam kegiatan PR yaitu :
- EVENTS : Kegiatan PR atau Humas terjadi dalam kerangka waktu terbatas. Kapan mulai dan kapan berakhirnya sangat jelas (ditujukan untuk satu atau beberapa publik terpilih).
2. CAMPAIGN : Kegiatan PR/Humas yang prinsipnya hampir
sama dengan event, namun biasanya diadakan dalam waktu yang lebih panjang dan
dapat terdiri dari berbagai event.
3. PROGRAM : Kegiatan PR/Humas yang terdiri dari
berbagai events biasanya tidak punya batas yang jelas kapan berakhirnya, karena
program PR dilakukan secara berkesinambungan.
Untuk menjalankan 3 kegiatan
diatas, tentu seorang PR harus melakukan four step PR proses, dan penjelasannya
berikut dibawah ini :
Cutlip dan Centre mengemukakan tentang
tahap-tahap proses operasional public relations ini awalnya mengalami perubahan
namun secara prinsip adalah sama. Berikut perubahan tersebut Tahun 1962 : Fact
Finding – Planning and Programming – Communicating – Evaluating
Tahun
1972-1982 : Research listening – Planning – decision making – communication
action – evaluation
Tahun 1985 –
1994 : Defining Public Relations Problems, - Planning and Programming, -
Talking action and communicating, - Evaluating the Program


1.Defining
Public Relations Problems
Dalam tahap
ini, PR harus dapat menetapkan permasalahan2 yang menyangkut kegiatan2 PR,
yaitu lebih mengarah kepada upaya selain pengumpulan data juga penetapan
permasalahan yang dapat terobservasi oleh PR
Pada tahap ini opearsionalisasinya meliputi
langkah-langkah dalam upaya mencari dan mengumpulkan data tentang hal2 yang
dilakukan public relations dalam bentuk : opini public, sikap publik dan
perilaku publik.
Untuk
mengetahui hal tersebut, PR dapat melakukannya melalui dua macam metode yaitu
metode formal dan metode informal.
Jadi tahap
ini, PR harus dapat mengetahui dan menganalisis situasi dalam rangka menjawab
“apa yang terjadi saat ini?” dengan menganalisis situasi nya berdasarkan dua macam
metode diatas :
- Metode Informal
Merupakan
kegiatan penelitian yang dilakukan oleh PR dalam mengumpulkan data sesuai
fakta. Kegiatan ini terbagi melalui pengumpulan data primer dan sekunder
- Data Primer,
Data yang diperoleh langsung dari
sumber, misalkan public figure, tokoh masyarakat, konsultan, pejabat dll yang
dianggap mempunyai sumber informasi yang kredibel dan mengetahui permasalahan
yang sedang diobservasi
Cutlip and Broom mengemukakan
beberapa kegiatan dalam mencari data primer ini diantaranya melalui :
- Personal contact
- Key Informants
- Ombudsman / ombudswoman
- Mail analysis
- Hot lines
- Field report
- Focus groups
- Data sekunder
Yang dimaksud data sekunder itu
adalah data yang diperolehnya dari data yang langsung kemudian di olah berupa
tulisan atau laporan yang dipublikasikan misalnya buku, skripsi, jurnal ilmiah,
dan sebagainya.
2.Metode Formal :
adalah kegiatan PR dengan cara melakukan proses penelitian secara
formal. Proses penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan, menganalisis dan
menafsirkan data yang ada kaitannya dengan permasalahan PR. Dalam
pelaksanaannya hal ini dilakukan dengan menggunakan jasa ahli riset atau
konsultan di bidang riset, karena riset formal ini tentunya memerlukan keahlian
yang professional, objektivitas, dan menyita banyak waktu
2.
Planning dan Programming
Planning adalah perincian secara
teratur dan berurutan tentang langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan tertentu
Programming adalah susunan
acara, yaitu perincian waktu atau timing secara teratur dan menurut urutan
tertentu tentang pelaksanaan langkah demi langkah sesuai dengan apa yang telah
ditetapkan dalam planning
Tahap planning dan programming ini, kegiatan yang dilakukan lebih kepada
tahap berpikir “apa yang harus kita lakukan, katakan dan mengapa ?” sehingga
untuk menjwab pertanyaan tersebut maka diperlukan sebuah strategy
Perencanaan adalah campuran dari
kebijaksanaan dan tata cara (prosedur). Dan program adalah penetuan dengan
tegas berkaitan dengan program jangka pendek, menengah dan panjang, sehingga
tahapan program terlihat perkembangannya secara jelas. Program operasional PR,
terbagi ke dalam :
- Program Rutin: yaitu program PR yang tersusun menurut urutan situasi dan dilaksanakan secara teratur sesuai dengan perkembangan organisasi, misal : program tentang kegiatan PR yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali dll
- Program Insidental : yaitu Program PR yang disusun jika sewaktu-waktu perlu dilaksanakan, sebagai program tambahan atau dadakan, missal : organisasi kedatangan tamu /kunjungan secara mendadak, atau acara yang sewaktu waktu dianggap perlu.
- Program darurat : yaitu program yang disusun jika tiba-tiba organisasi mengalami musibah, kecelakaan atau apapun, karena sifatnya mendadak maka harus segera diatasi. Missal : musibah terhadap hasil produksi, mogok kerja, demontrasi, kecelakaan dll
Selain, sebuah perencanaan dan
program yang sedemikian matang, tapi tak ideal apabila tidak ada unsure
publikasi, maka PR harus cerdas mengetahui media apa yang akan digunakan dalam
menunjang kegiatan PR tersebut. Cutlip, Centre dan Broom mengklasifikasikan
media dalam 3 kategori, yang dapat dipakai untuk internal public juga eksternal
public. Yaitu :
I.The Printed Word
Maksudnya adalah media public relations
berupa tulisan, atau media tertulis/tercetak, contoh beberapa media yang dapat
dilaksanakan untuk kegiatan PR meliputi media The Printed Word :
- Organizational Publication, adalah penerbitan/publikasi organisasi, berupa :
- majalah organisasi yang memuat berita-berita tentang kegiatan2 organisasi dan prestasi yang telah dicapai oleh anggota organisasi
- Surat kabar organisasi (dalam bentuk tabloid), isinya bertujuan untuk mempromosikan organisasi dalam rangka untuk menciptakan/memperoleh citra baik dari publiknya.
- Pamplets, Brosur, manual dan buku
- Press Release dan Counter Release
- Surat-surat
- Insert dan Enclosures
- Bulletin Boards, posters,billboards
- Naskah pidato
- Foto, grafik dan lukisan
II.The Spoken Word
Istilah yang digunakan dalam
kegiatan PR untuk Media lisan, Ada dua klasifikasi the spoken word :
- Media Internal, meliputi :
- Meeting
- Closed Circuit Television
- Teleconferencing
- Telephone
- Media Ekternal, ,meliputi :
- Press conference / konferensi pers
- Siaran radio
- Press interview
- Tape recorder
- Press tour
III.The image
Istilah image ini digunakan
kedalam media audio visual, dimana media ini mempunyai kelebihan yang bisa
memberikan kombinasi sebagai media pandang dan dengar. Yang termasuk kedalam
media the image ini adalah :
- Televisi
- Film
- Slides Film
- Open House
- Cable Television
- Stage Event
- Internet
- Pameran dan demonstrasi
3.Taking Action dan Communicating
Merupakan tahap
pelaksanaan/tahap action dari kegiatan PR sesuai dengan fakta dan data yang
telah dirumuskan dalam bentuk perencanaan, misal, dengan cara apa dalam
mengkomunikasikannya, menggunakan bentuk komunikasi apa? Misalkan komunikasi
Persona, berupa anjang sono, personal kontak, door to door; atau komunikasi
kelompok berupa diskusi, rapat, seminar ; atau komunikasi massa, berupa
pameran, advertising, press release, workshop. Untuk tahap ini intinya adalah
bagaimana memberikan keterangan dan menceritakan sesuatu dari awal sampai
akhir, dengan demikian upaya yang dilakukan adalah dengan cara memberikan
keterangan dan peragaan untuk sokongan dan bantuan terhadap perusahaan tentang
rencana yang telah dibuat, dengan menjawab pertanyaan “pekerjaan apa saja yang
harus dilakukan, kapan dan bagaimana kita memberitaukannnya ?”
Dalam tahap ini Cutlip, Centre dan Broom, mengemukakan ada 3 hal yang harus
diperhatikan, yakni :
- The Action Component of strategy
- The communication component of strategy
- Implementing the strategy
1.The Action Component of stategy, dalam hal ini praktisi public relations
harus dapat melakukan tindakan yang sifatnya “acting responsively and
responsibly”, dalam arti mau mendengar keinginan public dan bertanggung jawab
terhadap public yang diwakilinya sehubungan dengan segala kegiatan yang
dilakukan.
2.The communication compenent of strategy, konsentrasi pada
pengkomunikasian, tentu saja harus mempertimbangkan seluruh komponen komunikasi
yang dilaksanakan mulai pada saat menggunakan media, menggunakan sumber media,
membawa komunikan atau yang menjadi sasaran komunikasi ke arah yang diinginkan,
memodifikasi pesan yang baik, dapat menggiring opini, sikap dan perilaku
public.
3.Implementing the strategy, dalam melaksanakan strategy ada 7 hal yang
termasuk pada pelaksanaan atau implementasi komunikasi PR, yaitu :
- Credibility ; dimulai dengan sumber komunikasi yang dianggap kompeten
- Context ; pesan yang disampaikan harus sesuai sengan realita dan lingkungan dimana komunikasi itu dilancarkan dan tidak kontradiksi dengan sasaran sehingga mau berpartisipasi dengan program
- Content ; bahwa pesan yang disampaikan adalah yang dapat dimengerti oelh audience yang menerimanya
- Clarity ; pesan yang disampaikan haruslah menggunakan term-term yang sederhana, kata2 yang digunakan harus mempunyai arti yang sama baik kedua belah pihak
- Continuity dan Consistency ; bahwa pesan komunikasi itu diharapkan berkelanjutan dan konsisten dari waktu ke waktu sehingga audience menjadi semakin yakin dan inherent dengan program kita
- Channels ; pemilihan media yang tepat dan dapat menjangkau sasaran
- Capability of the audience ; perlu diperhatikan juga kapasitas sasaran dalam menterjemahan pesan2 yang disampaikan sumber komunikasi.
- Evaluating The Program
Tahap evaluasi dilakukan antara
lain untuk :
- Mengeavaluasi dan mengukur keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Apakah kegiatan komunikasi telah mencapai target sesuai dengan rencana
- Mengevaluasi manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan dalam arti seberapa besar kegiatan ini memberikan manfaat bagi public dan organisasi
- Mengevaluasi kekurangan atau kekebihan (keuntungan atau kerugian) dari program kegiatan yang telah dilaksanakan baik bagi organisasi atau publiknya
- Mengevaluasi kegiatan yang sifatnya menyimpang dari rencana, sehingga dapat dicata apa uyang harus diperbaikinya sehingga pada tahap pelaksanaan prose PR berikutnya diharapkan akan terlaksana secara lebih sempurna.
REFRENSI
Rosadi Ruslan, Manajemen Publik Relations, Jakarta: PT Grapindo Persada. 2007.
Internet
0 komentar:
Plaas 'n opmerking